JENEPONTO,MEDIAUKHUWAH-Gerakan Sholat Berjamaah (GSB) Shubuh hari ini melakukan kajian Surah Al Buruj Ayat 17 sampai 18 Oleh Ustadz H. Arifin Musdin. Beliau membacakan ayat :
هَلْ اَتٰٮكَ حَدِيْثُ الْجُـنُوْدِ
“Sudahkah sampai kepadamu berita tentang bala tentara (penentang),”
(QS. Al-Buruj 85: Ayat 17)
فِرْعَوْنَ وَثَمُوْدَ
“(yaitu) Fir’aun dan Tsamud?”
(QS. Al-Buruj 85: Ayat 18)
Penjelasan tentang ayat menurut Ust. H. Arifn Musdin dalam kajiannya ada 3 kelompok dalam masyarakat 1. Kelompok Penguasa 2. Kelompok Orang Kaya dan 3 Kelompok Rakyat Jelata (Biasa).
“ada 3 kelompok dalam masyarakat : Penguasa,Orang Kaya dan Rakyat jelata” Kata Ust. Arifin
“Kelompok Penguasa Ini hanya sedikit tapi mampu membuat kebijakan, orang kayapun demikian sedikit tetapi mampu mempengaruhi penguasa untuk mengambil kebijakan serta terakhir penguasa dan orang kaya (pengusaha) terkadang lupu memperhatikan kaum yang banyak yaitu masyarakat jelata” TambahnyaKetika Rakyat ini tidak terpenuhi kebutuhannya seperti persoalan ekonomi dan pendidikan maka pengusasa dan pengusaha (orang Kaya) ini terancam dalam kehidupannya. Lanjut ustadz Arifin
Diibrahkan Allah dalam al-qur’an ada yang paling berkuasa dan kaum berkuasa yaitu Fir’aun dan Kaum Tsamud. Persoalan meraih kekuasaan akan terus berlangsung dan akan dipergilirkan oleh Allah swt dan akan berproses secara alamiah, kita tinggal melakukan amalan yang terbaik. Seperti Fir’aun dia tidak mau kehilangan kekuasaannya dengan adanya bisikan dari orang dekatnya yang mengatakan akan lahir sesorang laki-laki yang akan menggantikan kekuasaanya maka Fir’aun memerintahkan kepada pasukannya untuk membunuh seluruh ibu hamil yang ada pada saat itu. Persoalan seperti ini sampai saat ini masih ada untuk menjaga kekuasaanya, ini manusiawi tapi Allah punya kehendak.
Firaun punya kemauan tapi Allah lebih berkehendak dengan lahirnya bayi kemudian kekhawatiran ibunya akan keselamatan bayinya maka Allah memerintahkan untuk bayi ini dihanyutkan disungai Nil yang Allah akan menjagaNya dan sampailah bayi ini kedalam Istana dan bayi ini diambil dan dipelihara oleh Isteri Fir’aun. Untuk lebih mengetahui kisahnya Nabi Musa sewaktu kecil bisa baca dalam Alqur’an di surah Asy Syuara ayat 6 -13. tutupnya.





